Seharusnya

Beberapa hari yang lalu perhatian kita teralihkan pada kejadian na'as jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) milik Rusia yang menelan korban 45 orang terdiri dari 31 laki-laki dan 14 perempuan. Dilihat berdasarkan kewarganegaraan terdiri dari 35 WNI dan 10 WNA yang jatuh di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut Gunung Salak di kawasan Cidahu, Kebupaten Bogor, Jawa Barat pada hari rabu tanggal 9 Mei 2012 lalu. Pengidentifikasian korban kecelakaan ini memakan waktu yang cukup lama yaitu sejak hari Jumat tanggal 11 mei 2012 sampai hari minggu tanggal 20 mei 2012. Hal ini mengakibatkan adanya keluhan-keluhan dari pihak keluarga korban karena tidak bisa cepat-cepat bertemu dengan jenazah anggota keluarganya dan kesulitan dalam mengurusi asuransi korban. Kesulitan pengidentifikasian disebabkan oleh data sidik jari yang dikumpulkan dari keluarga korban tidak sinkron dan setelah dibandingkan dengan yang dikirimkan oleh pihak keluarga, baik itu dari ijazah, KTP, maupun yang lain ternyata tidak lengkap. Proses identifikasi yang dilaksanakan di RS Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur berdasarkan data gigi geligi, DNA, tanda-tanda medik, dan properti. Kesulitan-kesulitan yang dialami menggambarkan bahwa database Rekaman Medik masih kurang lengkap. Seandainya data rekam medis seseorang lengkap maka dengan menggunakan database itu dapat mempermudah dan mempercepat proses pengidentifikasian korban.
Melihat terobosan pemerintah dengan adanya e-KTP sejujurnya sangat membantu dalam pengidentifikasian korban. Mengapa? Karena e-KTP sebenarnya telah memiliki beberapa data penting seperti sidik jari lengkap dan beberapa informasi. Alangkah baiknya jika adanya kerjasama antara pihak e-KTP dengan pihak rekam medis Indonesia serta pihak asuransi dengan menggabungkan data-data identitas yang dimiliki pihak e-KTP dan kantor asuransi digabungkan dengan data-data rekam medis pasien, dengan demikian lengkaplah database masyarakat Indonesia sehingga ketika terjadi kecelakaan dan lain sebagainya, proses identifikasi pasien tidak memakan waktu yang lama, tim identifikasi tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah dan keluargapun tidak kesulitan dalam mengurus asuransi korban. Data-data tersebut digabungkan dalam satu sistem yaitu member card atau kartu berobat yang dibawa oleh pasien ke mana-mana selain itu data-datanya juga dipegang pihak rekam medis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku 2 : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat - Mark Manson

Ba

Review Buku 1: The Best Of Me