MELANJUTKAN MIMPI
Sekali lagi ini tentang diri saya sendiri. Percakapan di telfon dengan
kakak pertama selama 45 menit benar-benar ampuh membakar semangat lagi.
Percakapan kita seputar keluarga, kekompakaan, kegagalan dan salah satu yang
terpenting yaitu melanjutkan mimpi. Mimpi yang pernah tertunda karena kegagalan
fatal yang mematahkan semangat namun tak menghentikan kekompakan kita. Sebagai
saudara kita tetap kompak untuk mendelegasikan(eciyeehh..) yang lainnya untuk terus berjuang.
Kenapa kita menciptakan peluru dan duri dari masalah untuk menjatuhkan kita
sendiri sedangkan madu bisa kita dapat dari masalah itu untuk dijadikan
pelajaran bahkan motifasi untuk maju dan lebih kuat.
Saya memang bukan berasal dari keluarga yang wah... Puji Tuhan kami hanya berkecukupan tidak berlebih. Tapi
orangtua selalu memberikan pelajaran dan ketegasan dalam memilih jalan hidup.
Apalagi papa yang memang berwatak keras. Beliau memang jadi salah satu
inspirasi untuk sukses karena beliau hanya mau berkompromi dengan orang yang
beliau anggap pantas untuk didengarkan kata-katanya. (sedikit bocoran:sifat itu
sedikit menurun pada saya). Jadi jika saya mengambil satu keputusan, dan ada
yang mau merubahnyanya silahkan beri saya penjelasan yang masuk akal dan
menurut saya dapat diterima barulah saya mau merubah keputusan itu.
Nah, dari cerita tentang watak keras itu tadi akhirnya
menciptakan karakter saya. Selain karena gen dari papa, saya juga dibentuk
dengan ajaran “militer” karena dari 4
bersaudara kami perempuan semua. Sebenarnya papa ingin salah satu dari kita anak laki-laki
namun karena tidak ada, sayalah yang terkadang berperan sebagai anak laik-laki.
Terkadang saya harus memanjat pohon bahkan melakukan kerjaan yang sebenarnya
dilakukan oleh anak laki-laki. Apalagi papa bukan tipe orang yang sabar jadi
saat dipanggil bahkan harus berlari cepat-cepat mengahadap. Tapi itu dulu(waktu
masih tinggal di Soe). Saya lakukan itu semua semata-mata ingin membuktikan
pada papa bahwa bukan hanya anak laki-laki saja yang bisa jadi harapan keluarga
tapi anak perempuan juga bisa.
Kembali ke laptop :)
Berbicara tentang melanjutkan mimpi, saya tadi sempat berbicara dengan
kakak saya, dia sebenarnya memiliki mimpi yang luar biasa namun karena sesuatu
hal yang tidak dapat saya sebutkan di sini maka dia memberikan dukungan untuk
saya terus melanjutkan mimpi-mimpinya. Mimpi yang sama dengan apa yang selalu
saya inginkan. Mencapai kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Semua orang
pasti memiliki mimpi atau cita-cita. Saya sangat berharap suatu saat nanti (ah,, jangan kurang tegas) beberapa tahun
lagi, 5 atau 6 tahun papa dan mama atau saudara-saudara saya datang ke Malang
dan ketika pulang ke NTT mereka dengan bangga berkata “kita di sana tinggal di anak ke-3 punya rumah”. (aminnn)
Sejujurnya kami tidak kekurangan saudara / keluarga tapi setidaknya mereka
punya orang yang diharapkan di sini. Silahkanlah siapapun yang membaca ini
tertawakan mimpi saya. Tapi setiap orang pasti memiliki hal yang mereka inginkan
sekalipun itu biasa bagi yang lainnya. Tentang mimpi, anak perempuanpun juga pasti
punya mimpi untuk kebahagiaan orangtuanya.
Inilah semua tentang mimpi, masih terlalu muda untuk mengambil pilihan
seakan-akan dunia akan berkahir besok, seakan-akan ini malam terakhir,
seakan-akan ini matahari terakhir yang besok tidak akan bersinar lagi. Satu
yang saya pahami bahwa semakin canggih IPTEK maka pemikiran kitapun berkembang.
Bermimpilah setinggi mungkin, terus berkarya dan menghasilkan hal positif yang
bisa ditiru oleh banyak orang. Kenapa tidak??? Kita masih muda masih banyak hal
baik yang bisa kita hasilkan.
Kerjakanlah karyamu sepenuh hati seakan-akan hari ini yang terakhir.
Lanjutkanlah mimpi-mimpi orangtua yang pernah tertunda dan jadilah pemenang
bagi dirimu dan orang disekitarmu. Semua hal yang terjadi di sekitarmu baik
maupun buruk itu pelajaran hidup yang akan jadi kenangan ambil itu jadi
pelajaran dan motivasi. Tetaplah menjaga pikiran positif dan jadikan hal
negatif sebagai rambu-rambu bagi kita agar tetap waspada.
Komentar