SUNYI, SEPI, SENDIRI
Pernah merasa hampa??
atau keadaan di mana kamu merasa sendiri sekalipun begitu banyak orang hadir setiap harinya bersamamu tertawa, berbagi cerita, melakukan apapun itu selalu bersama namun disuatu sisi kamu merasa sendiri tiada orang yang benar-benar memahamimu.
sedikit meriview masa sekolah dimana saat ada teman yang selalu bersamamu setiap harinya, maka bisa dikatakan teman karab. mereka mengenal siapa bapak dan ibu kita, mereka tahu siapa kakak dan adik kita bahkan sebagian besar hal yan tidak bisa kita ceritakan pada orangtua kita, mereka lebih mengetahuinya. semua perasaan bahkan akan lebih dipahami oleh sahabat.
Saya bekerja di kota yang tidak dekat dengan orangtua saya. di Malang. ya, benar ada sanak familiy di sini. tapi mereka juga punya akatifitas dan kepentingan pribadi. mereka jelas hanya akan menanyakan kabar beberapa hari sekali atau sebaliknya saya yang akan memberikan kabar dan menanyakan kabar atau bahkan jika ada renggang waktu beberapa hari saya akan mengunjungi mereka. Namun rasa sepi ini, sendiri, sampai saya berkata "aku dan perasaan ini" rasa ini benar-benar tidak bisa dituliskan dengan kata-kata. di saat kita pulang bekerja atau bahkan begitu banyak aktifitas yang dikerjakan seharian membuat kita ingin merasakan suasana rumah atau suasana familiar yang selalu kita dapatkan di kampung halaman. pulang kerja, berjalan di jalanan yang pingggirnya ditanami banyak pohon, angin sejuk yang dengan lembut menampar wajah terasa begitu sejuk sampai terasa ke aliran darah. dengan secuil senyum yan tergambar di wajah. sampai ke rumah dengan situasi sore saat bapak dan mama sedang menikmati tea time dengan candaan dan gurauan mereka sambil terkadang menyiratkan pelajaran hidup di setiap kata-kata candaa mereka. terkadang diajak berbicara tentang pandangan hidup dan rencana ke depan.
Semua bertolak belakang dengan yang dirasakan di sini. Saya bukan bermaksud bersungut-sungut atau mengeluh karena ini adalah pilihan saya untuk tetap tinggal di sini tapi hanya sedikit menggambarkan perasaan saya saat saya benar-benar merindukan comfort zona. Keadaan pulang kerja di mana saya harus kembali ke kamar kos yang tidak terlalu luas (dibandingkan kamar saya di Soe,, hehe jelas saja kan kamar kos) dan harus tetap bersikap profesional walau sangat kecapaian dan sangat butuh istirahat. Tinggal dengan mereka yang berbeda karakter dan ajaran orangtua pastilah akan ada ketidaksamaan paham. Istirahat butuh ketenangan. Ingin rasanya berteriak dan mengatakan "SAYA CAPEK DAN BUTUH ISTIRAHAT. TIDAK PAHAMKAH KALIAN. BAHKAN SAYA TIDAK BANYAK TINGKAH JIKA SAYA MELIHAT KALIAN SEDANG KECAPAIAN. TOLONGLAH PAHAMI SAYA" hahaha.. lucu memang jika kita harus menuntut orang lain untuk selalu seperti apa yang kita inginkan. sampai terkadang saya hanya menenangkan diri "Mita,? kalau mau sunyi ya pi tinggal di hutan... haha".Sebenarnya terkadang saya sangat dongkol dengan mereka namun tetap berusaha senyum kepada mereka. Begitulah keadaannya.
Sedikit cerita mengenai keadaan saya untuk tetap bertahan di lingkungan sekarang yang cukup membuat saya merasa sepi dan sunyi kenapa tak ada satupun orang yang memahami saya. Seandainya di rumah (bapak saya seseorang yang sangat keras. beliau tidak suka ada suara-suara berisik saat beliau beristirahat ,karena begitu peka) saya pasti akan beritirahat dengan baik.
Seandainya saja orangtua saya bisa dibawa ke sini (-_-)
atau keadaan di mana kamu merasa sendiri sekalipun begitu banyak orang hadir setiap harinya bersamamu tertawa, berbagi cerita, melakukan apapun itu selalu bersama namun disuatu sisi kamu merasa sendiri tiada orang yang benar-benar memahamimu.
sedikit meriview masa sekolah dimana saat ada teman yang selalu bersamamu setiap harinya, maka bisa dikatakan teman karab. mereka mengenal siapa bapak dan ibu kita, mereka tahu siapa kakak dan adik kita bahkan sebagian besar hal yan tidak bisa kita ceritakan pada orangtua kita, mereka lebih mengetahuinya. semua perasaan bahkan akan lebih dipahami oleh sahabat.
Saya bekerja di kota yang tidak dekat dengan orangtua saya. di Malang. ya, benar ada sanak familiy di sini. tapi mereka juga punya akatifitas dan kepentingan pribadi. mereka jelas hanya akan menanyakan kabar beberapa hari sekali atau sebaliknya saya yang akan memberikan kabar dan menanyakan kabar atau bahkan jika ada renggang waktu beberapa hari saya akan mengunjungi mereka. Namun rasa sepi ini, sendiri, sampai saya berkata "aku dan perasaan ini" rasa ini benar-benar tidak bisa dituliskan dengan kata-kata. di saat kita pulang bekerja atau bahkan begitu banyak aktifitas yang dikerjakan seharian membuat kita ingin merasakan suasana rumah atau suasana familiar yang selalu kita dapatkan di kampung halaman. pulang kerja, berjalan di jalanan yang pingggirnya ditanami banyak pohon, angin sejuk yang dengan lembut menampar wajah terasa begitu sejuk sampai terasa ke aliran darah. dengan secuil senyum yan tergambar di wajah. sampai ke rumah dengan situasi sore saat bapak dan mama sedang menikmati tea time dengan candaan dan gurauan mereka sambil terkadang menyiratkan pelajaran hidup di setiap kata-kata candaa mereka. terkadang diajak berbicara tentang pandangan hidup dan rencana ke depan.
Semua bertolak belakang dengan yang dirasakan di sini. Saya bukan bermaksud bersungut-sungut atau mengeluh karena ini adalah pilihan saya untuk tetap tinggal di sini tapi hanya sedikit menggambarkan perasaan saya saat saya benar-benar merindukan comfort zona. Keadaan pulang kerja di mana saya harus kembali ke kamar kos yang tidak terlalu luas (dibandingkan kamar saya di Soe,, hehe jelas saja kan kamar kos) dan harus tetap bersikap profesional walau sangat kecapaian dan sangat butuh istirahat. Tinggal dengan mereka yang berbeda karakter dan ajaran orangtua pastilah akan ada ketidaksamaan paham. Istirahat butuh ketenangan. Ingin rasanya berteriak dan mengatakan "SAYA CAPEK DAN BUTUH ISTIRAHAT. TIDAK PAHAMKAH KALIAN. BAHKAN SAYA TIDAK BANYAK TINGKAH JIKA SAYA MELIHAT KALIAN SEDANG KECAPAIAN. TOLONGLAH PAHAMI SAYA" hahaha.. lucu memang jika kita harus menuntut orang lain untuk selalu seperti apa yang kita inginkan. sampai terkadang saya hanya menenangkan diri "Mita,? kalau mau sunyi ya pi tinggal di hutan... haha".Sebenarnya terkadang saya sangat dongkol dengan mereka namun tetap berusaha senyum kepada mereka. Begitulah keadaannya.
Sedikit cerita mengenai keadaan saya untuk tetap bertahan di lingkungan sekarang yang cukup membuat saya merasa sepi dan sunyi kenapa tak ada satupun orang yang memahami saya. Seandainya di rumah (bapak saya seseorang yang sangat keras. beliau tidak suka ada suara-suara berisik saat beliau beristirahat ,karena begitu peka) saya pasti akan beritirahat dengan baik.
Seandainya saja orangtua saya bisa dibawa ke sini (-_-)
Komentar