No Broken Hearted Girl

Terkadang aku meyakinkan hatiku
Terkadang aku merasa kuat dan berkata dalam hatiku "semuanya kan baik-baik saja tanpamu"
Tapi ada waktu dimana aku sangat merindukanmu
Mengingat wajahmu dan semuanya tentang kamu. Itu lebih sakit dari sakit hati yang kau berikan
Mengapa tak ada kata kapok untuk mencintaimu?
Kenapa? Bisakah kau beri tahu aku?
Hal-hal yang tak seharusnya ku pikirkan terkadang ku jadikan alasan mengapa kau berubah begitu berbeda dari yang ku tahu tentang kamu dahulu

Hingga jika ini terasa terlalu menyakitkan bagiku aku berniat tidak akan mencintaimu dengan cara apapun tapi niat itu hanya sesaat. Kenapa bukan kamu yang bisa membahagiakan aku sekarang?
Kenapa terlalu jauh kau melangkah, pergi membawa semua cinta hingga aku terdiam kaku di sini.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi karena rasa itu telah membeku bersama dinginnya sikapmu terhadapku yang dulu pernah hangat di sini, di dalam dada ini.
Kauuuu.... ya kamu bagaimana bisa kau begini. benar-benar tidak pernah ku tahu.

Bisakah aku menjadi wanita yang tidak serapuh bekuan es yang hanya setipis kaca?

Pandanganku serasa kosong. Pandanganku serasa kabur, Pikiran ku hampa seolah duniaku hilang (kamu duniaku).
Cinta yang diam-diam ku banggakan bahkan menjadi bumerang bagi detakan jantung ini.
Semua lagu sakit hati tidak dapat menggambarkan betapa besar aku kehilanganmu.
Hey.. ini bukan tentang kegalauan cabe-cabean tapi tentang bagaiamana aku harus tetap berdiri tegar saat hatiku telah membeku.

Semua kenangan seakan tak ada artinya bagimu.
Alasan yang tak pernah ku tahu.
Semua terjadi begitu saja.
Bagaimana aku akan menetapkan hati jika kau terus begini?
Bagaimana membuatmu sadar begitu cinta ini hanya untukmu.

Jangan kau begini.
Adakah seberkas cahaya kenangan yang bisa membuatmu kembali seperti dulu?

Aku tak ingin terlihat rapuh
Aku tak ingin menjadi wanita yang sakit hati

Aku mencintaimu <3

Ratna Paramita Nz
Malang, 17 Maret 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku 2 : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat - Mark Manson

Ba

Review Buku 1: The Best Of Me