25th
Pandangan ku lempar jauh dari balik tirai bening KFC Sarinah(lokasi bom jakarta januari 2016 lalu) melihat jauh k sana entah apa jadi fokus penglihatanku. yang ku ingat beberapa tahun yang lalu sejak 2010 memutuskan merantau jauh dari orangtua. Hari ini ditahun yang sudah-sudah, mulai terpikirkan sedang apa dan di mana aku hari ini tahun-tahun itu? Seingatku beberapa kali dikerjai teman-teman kuliah berjelimet dengan buttercake di tempat favorit anak RM warung banyuwangi dan makan bersama keluarga di Surabaya(aku ingat waktu itu salah satu sepupu menyodorkan lilin disangga se-cup pastel tutup(jika tidak salah mengingat) setelah itu setahun merayakan hari ini bersama teman-teman kerja di Rumah Sakit Teja Husada tahun berikutnya bersama teman kerja d kantor yang bukan lagi rumah sakit sebelumnya (Aku ingat dengan jelas mereka menerobos kamar gelapku waktu subuh dan waktu itu cuacanya sangat dingin. setelah diperlakukan bak putri raja mereka menyiramku dengan entahlah sampah apa lol). Sejauh ini sekalipun bukan tanggal 20 Mei aku selalu bersyukur. Entah apa yang selalu runtuh dimataku saat rasa bersyukur itu datang seolah olah ada runtuhan kristal bening yang tak ingin ku perlihatkan. Saat direnungkan lagi tahun-tahun sebelumnya setiap harinya aku bukan seseorang yg memiliki segalanya yang berkecukupan dan selalu ada yang dibutuhkan namun aku selalu tercukupi bahkan Tuhan selalu memberikan lebih dari apa yang aku harapakan dan aku pikirkan. Ah sudahlah aq tak ingin menangis di sini. Toh aku mungkin masih akan menunggu sedikit lebih lama, waktu menunjukkan pukul 11.00 dan temanku belum ada tanda–tanda telah sampai. Akupun masih ingin menikmati suasana ini, perasaan ini dan masih ingin menuangkan setiap deretan alfabet yang aku susun rapi di supernote handphoneku(as always).
Hari ini,
Pertama, aku ingin sekali lagi mengucap syukur kepada Allahku, Tuhanku Yesus Kristus yang nikmatnya tak terbantahkan. Aku percaya bahwa Dia melihat hati. Memang aku manusia biasa yang tak luput dari dosa walaupun aku selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik. Terimakasih untuk nikmat yang selalu menjadikanku biji mataMu yang selalu Engkau perhatikan sekalipun terkadang menyebutNya saja aku tak layak. Terimakasih selalu memberikan yang terbaik dari yang paling baik, terimakasih untuk pengalaman hidup 24 tahun ini(jika direnungkan tak sanggup menahan keharuan dengan apa yang sudah Dia berikan).
Kedua, bagi orangtua papa dan mama. Maafkan karena sudah setua ini masih membebanimu dengan hal-hal yang sudah seharusnya tidak kalian pikirkan dimasa tuamu. Terimkasih 24 tahun telah mendoakanku dan menitipkan aku kepada Tuhan kita sehingga apa yang aku rasakan tidak sebanding dengan yang aku berikan. Aku percaya bahwa aku sekarang dan aku nanti itu semua karena kekuatan doa kalian.
Mama, ma terimakasih karena jika orang lain memberi lebih banyak darimu itu karena mereka memiliki lebih namun mama memberikan segalanya apapun yg kau punya. Tuhan tahu betapa besar cinta dan sayangku kepadamu ma dengan kebelummampuanku untuk menunjukkan itu, terimakasih telah melahirkan anak perempuan ke tiga yang tidak tau malu yang kadang membentakmu, yang kadang tidak mendengarkanmu dan kadang tidak memperhatikan dan mempedulikanmu karena sok sibuk dengan mengejar impianku. Hari ini, dari tempat yang jauh dari tanah rantauan aku ingin sejenak meletakkan kepala di pangkuanmu. Makasi ma malaikat tanpa sayap yang selalu memohonkan pada Tuhan segala yang terbaik bagiku(tenggorokanku tak dapat menelan aku merasa ada sebongkah batu yang mengganjal di sana).
Papa, terimkasih untuk didikanmu yang menjadikan aku tetap tegar di tempat yang sangat jahat ini. Aku melihat kejamnya hidup namun ajaran dan didikanmu membuatku masih tetap berdiri di sini dan masih tetap menantang matahari.
Papa mama maafkan diusiaku yang sudah 25 tahun aku belum bisa memberikan, memperhatikan Kalian selayaknya anak memperlakukan orangtua. Tuhan ku titipkan kedua orangtuaku berikan kesehatan umur yang panjang sampai Engkau memantaskan aku membahagiakan mereka.
Ketiga, bagi semua keluarga besar kakak, adek, om, tante terimakasih untuk dukungan berupa apapun terimkasih untuk doa, proteksi, bimbingan, nasehat, dan materi. Terimakasih karena kalian aku akhirnya melihat betapa kita adalah keluarga yang besar, yang solid yang kompak dan aku bersyukur aku dilahirkan diantara kalian. Terimakasih untuk semuanya sekali lagi maafkan dengan usia 25 tahun aku belum bisa memberikan kebanggaan bagi kalian. Dan masih menjadi beban pikiran yang membuat kalian cemas.
Keempat, untuk kalian teman dan sahabatku, aku bersyukur selama perjalanan usiaku aku mengenalkan kalian. Kalian yang aku temui satu persatu disetiap pijakan usiaku. aku merasakan adanya kebaikan di dunia yang jahat ini karena kalian memperlakukan ku sedemikian hingga kalian ditempatkan serta memiliki ruang tersendiri dalam dalam memori otak dan hatiku. Tetaplah begini hingga akhir. aku bahagia mengenal kalian.
Terakhir, buat pria yang saat ini mencintaiku terimkasih masih menerima apa adanya diriku. Yang kau tau aku dengan segala kekuranganku. Aku bahkan tidak sejujur kopi yang tanpa malu menunjukkan hitam dan pahitnya. Terimakasih mash menyediakan bahu untukku bersandar saat lelah menantang matahari, makasih masih memelukku dalam doamu, makasih dengan berdiri tegap dan percaya diri memperkenalkanku kepada keluargamu, terimakasih tetap mempercayaiku sebagai wanitamu, maafkan aq tidak seperti perempuan lain yang berdandan cantik dan memperhatikan dirinya demi orang yang mereka cintai. Waktu dan kemampuan finantialku tak cukup untuk itu. Waktuku lenyap dengan semua hal yang ku lakukan untuk melayakkan diriku memperhatikan orangtuaku dan memantaskan diriku untuk ada di sampingmu. aku tidak seperti wanita lain yang mau peduli dan tahu apa yang kau suka dan tidak kau suka, tidak seperti perempuan lain yang selalu memperhatiakan setiap detil yang kau butuhkan dan harapan. Aku jauh dari harapan wanita idamanmu. Maafkan aku tidak bisa seperti mereka. Terimakasih selalu berusaha keras untuk memahamiku yang kadang berubah semauku. Terimakasih tetap memaklumi aku dengan semua hal yang bahkan akupun tak pahami kenapa aku begini.
Akhir kata, Aku Mencintai kalian sebagaimana Yesus mengasihiku.
Selamat datang Mita diusia 25 tahun. Usia yang membuatmu merasa sudah mulai menua dan merasa minder dengan usia itu belum memberikan apapun yang terbaik. Bersiaplah menantang hidup ke depan.
Tuhan inilah hidupku, bentuklah sesuai yang terbaik bagiMu.
(On my way)
Jakarta, Depok, Bogor, 20 Mei 2016
Ratna Paramita Nomseo
25th
Hari ini,
Pertama, aku ingin sekali lagi mengucap syukur kepada Allahku, Tuhanku Yesus Kristus yang nikmatnya tak terbantahkan. Aku percaya bahwa Dia melihat hati. Memang aku manusia biasa yang tak luput dari dosa walaupun aku selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik. Terimakasih untuk nikmat yang selalu menjadikanku biji mataMu yang selalu Engkau perhatikan sekalipun terkadang menyebutNya saja aku tak layak. Terimakasih selalu memberikan yang terbaik dari yang paling baik, terimakasih untuk pengalaman hidup 24 tahun ini(jika direnungkan tak sanggup menahan keharuan dengan apa yang sudah Dia berikan).
Kedua, bagi orangtua papa dan mama. Maafkan karena sudah setua ini masih membebanimu dengan hal-hal yang sudah seharusnya tidak kalian pikirkan dimasa tuamu. Terimkasih 24 tahun telah mendoakanku dan menitipkan aku kepada Tuhan kita sehingga apa yang aku rasakan tidak sebanding dengan yang aku berikan. Aku percaya bahwa aku sekarang dan aku nanti itu semua karena kekuatan doa kalian.
Mama, ma terimakasih karena jika orang lain memberi lebih banyak darimu itu karena mereka memiliki lebih namun mama memberikan segalanya apapun yg kau punya. Tuhan tahu betapa besar cinta dan sayangku kepadamu ma dengan kebelummampuanku untuk menunjukkan itu, terimakasih telah melahirkan anak perempuan ke tiga yang tidak tau malu yang kadang membentakmu, yang kadang tidak mendengarkanmu dan kadang tidak memperhatikan dan mempedulikanmu karena sok sibuk dengan mengejar impianku. Hari ini, dari tempat yang jauh dari tanah rantauan aku ingin sejenak meletakkan kepala di pangkuanmu. Makasi ma malaikat tanpa sayap yang selalu memohonkan pada Tuhan segala yang terbaik bagiku(tenggorokanku tak dapat menelan aku merasa ada sebongkah batu yang mengganjal di sana).
Papa, terimkasih untuk didikanmu yang menjadikan aku tetap tegar di tempat yang sangat jahat ini. Aku melihat kejamnya hidup namun ajaran dan didikanmu membuatku masih tetap berdiri di sini dan masih tetap menantang matahari.
Papa mama maafkan diusiaku yang sudah 25 tahun aku belum bisa memberikan, memperhatikan Kalian selayaknya anak memperlakukan orangtua. Tuhan ku titipkan kedua orangtuaku berikan kesehatan umur yang panjang sampai Engkau memantaskan aku membahagiakan mereka.
Ketiga, bagi semua keluarga besar kakak, adek, om, tante terimakasih untuk dukungan berupa apapun terimkasih untuk doa, proteksi, bimbingan, nasehat, dan materi. Terimakasih karena kalian aku akhirnya melihat betapa kita adalah keluarga yang besar, yang solid yang kompak dan aku bersyukur aku dilahirkan diantara kalian. Terimakasih untuk semuanya sekali lagi maafkan dengan usia 25 tahun aku belum bisa memberikan kebanggaan bagi kalian. Dan masih menjadi beban pikiran yang membuat kalian cemas.
Keempat, untuk kalian teman dan sahabatku, aku bersyukur selama perjalanan usiaku aku mengenalkan kalian. Kalian yang aku temui satu persatu disetiap pijakan usiaku. aku merasakan adanya kebaikan di dunia yang jahat ini karena kalian memperlakukan ku sedemikian hingga kalian ditempatkan serta memiliki ruang tersendiri dalam dalam memori otak dan hatiku. Tetaplah begini hingga akhir. aku bahagia mengenal kalian.
Terakhir, buat pria yang saat ini mencintaiku terimkasih masih menerima apa adanya diriku. Yang kau tau aku dengan segala kekuranganku. Aku bahkan tidak sejujur kopi yang tanpa malu menunjukkan hitam dan pahitnya. Terimakasih mash menyediakan bahu untukku bersandar saat lelah menantang matahari, makasih masih memelukku dalam doamu, makasih dengan berdiri tegap dan percaya diri memperkenalkanku kepada keluargamu, terimakasih tetap mempercayaiku sebagai wanitamu, maafkan aq tidak seperti perempuan lain yang berdandan cantik dan memperhatikan dirinya demi orang yang mereka cintai. Waktu dan kemampuan finantialku tak cukup untuk itu. Waktuku lenyap dengan semua hal yang ku lakukan untuk melayakkan diriku memperhatikan orangtuaku dan memantaskan diriku untuk ada di sampingmu. aku tidak seperti wanita lain yang mau peduli dan tahu apa yang kau suka dan tidak kau suka, tidak seperti perempuan lain yang selalu memperhatiakan setiap detil yang kau butuhkan dan harapan. Aku jauh dari harapan wanita idamanmu. Maafkan aku tidak bisa seperti mereka. Terimakasih selalu berusaha keras untuk memahamiku yang kadang berubah semauku. Terimakasih tetap memaklumi aku dengan semua hal yang bahkan akupun tak pahami kenapa aku begini.
Akhir kata, Aku Mencintai kalian sebagaimana Yesus mengasihiku.
Selamat datang Mita diusia 25 tahun. Usia yang membuatmu merasa sudah mulai menua dan merasa minder dengan usia itu belum memberikan apapun yang terbaik. Bersiaplah menantang hidup ke depan.
Tuhan inilah hidupku, bentuklah sesuai yang terbaik bagiMu.
(On my way)
Jakarta, Depok, Bogor, 20 Mei 2016
Ratna Paramita Nomseo
25th

Komentar
telat gpp kan, drpd gak sama sekali.
Selamat ulang tahun mita, semoga kuliahnya cepat selesai, tercapai semua impian dan harapanmu.
GBU