4th Power(Impact)

Beberapa hari ini eh lebih tepatnya 2 hari yang lalu saya kembali demam dengan kontestan x factor yang pernah saya lihat tapi cuma lihat dan terkagum namun 2 hari yang lalu itu merasa ada semangat yang timbul berulang ulang saat melihat perform mereka. Kontestan dari Filipina. Mereka 4 bersaudara. Perempuan semuanya. Bukan hanya memperdengarkan suaranya yang merdu dan beroktaf-oktaf tapi dengan tarian yang saya rasa they live that songs and dance. Apalagi ikatan persaudaraan yang entahlah kita semua bisa merasakan itu. Oh iya sampai lupa menyebutkan nama groub ini. "4th Power" yang entahlah pada sesi ke berapa acara ini nama mereka diganti menjadi "4th Impact"

Group entahlah kelompok atau apalah yang mereka sebutkan dalam acara X-factor UK tahun 2015 ini datang jauh-jauh dari Filipin untuk mengikuti kontes pencarian bakat. Ini hasil melihat lihat beberapa tayangan tentang mereka di youtube. Banyak lagu dan sebenarnya dari awal penampilan saja merela sudah bagus dan ada beberapa video yang kemudian saya simpan (mendownload offline) di account youtube saya sehingga saya bisa menontonnya kapan saja tanpa harus ada konseksi internet.
Saya sangat suka penampilan mereka, entahlah kekuatan mereka bernyanyi, menari, dan ada sesuatu ikatan yang dalam, chemistry persaudaraan yang saat saya lihat saya berpikir saat mereka latihan dan menentukan improvisasi dan koreografi adakah pernah mereka berselisih paham dan bagaimana mereka bisa bernyanyi dan saling merasakan hingga nada yang mereka nyanyikan saling menyokong, menopang, mendukung dan terdengar sangat indah.

Sebenarnya ada beberapa hal yang ini saya tuliskan terkait pemikiran saya yang kompleks dan kadang saya bingung ingin memulai dari mana. Oke saya memutuskan mulai bercerita dari group ini tadi.
Kemudian,
teman-teman pembaca pernahkah kalian sangat lelah dan tertidur di saat yang seharusnya bukan waktu untuk tidur? Misalnya sore hari antara pukul 17.00 atau 18.00(mendekati waktu magrib).
Saya, seringkali merasakan hal aneh jika saya tidak sengaja melakukan ini(tidak sengaja karena saking capek atau ngantuknya saya tidak memikirkan boleh dan tidaknya, namun tetap memutuskan untuk tidur).
Ketika saya tertidur pada jam ini, dan saat terbangun saya merasakan perasaan gelisah, panik(yang terkadang disertai dengan sedikit kehilangan kesadaran bahwa sekarang sore dan saya tiba-tiba bertingkah seolah-olah itu pagi dan terlambat berangkat ke sekolah, ataupun memenuhi janji bertemu), galau, kesepian, sedih dan entahlah perasaan yang membuat saya ingin menangis. Haha maaf ya saya aneh

Sebenarnya konon dan entah mitos atau kepercayaan suku atau gama tertuntu ataukah mungkin ada penjelasan ilmiah tentang ini tapi saya belum mendapatkan penjelasan ilmiahnya kita dilarang tidur pada jam-jam tersebut. Banyak pandangan dari berbagai suku dan adat istiadat. Yang katanya jam-jam tersebut adalah jam peralihan siang dan malam sehingga jam tersebut waktunya makluk dari dunia lain, jam-jam nanggung antara tidur siang dengan malam dan masih banyak cerita yang saya dengar tapi lupa dan bingung bagaimana menceritakannya. Entahlah saya hanya berpikir hidup di daerah urban yang aktivitas dan mobilisasi sangat tinggi sehingga ketika saya mendapatkan sedikit waktu atau ketika saya kelelahan ya saya istirahat. Saya menghargai kepercayaan agama atau suku atau adat istiadat lain dan pandangan tentang ini namun saya tidak bisa sepenuhnya mengikutinya. Oke kembali ke topik.

Nah, yang jadi sorotan(eeaa) dalam tulisan saya kali ini adalah perasaan yang saya rasakan setelah bangun jam 8 malam hasil tidur kelelahan setelah menjadi pengawas SIMAK(Seleksi Masuk) UI di salah satu sekolah yayasan di Depok Timur. Seperti biasa perasaan yang saya rasakan ini lebih ke kesepian. Merasa tidak ada siapa-siapa dalam hidup saya, yang saya bandingkan dengan 4th power. Efek yang kita berikan dan dampak yang kita dan orang lain disekitar kita rasakan saat kita melakukan segala sesuatu karena bahagia dan perasaan percaya diri ada kehadiran sosok penting dan orang orang di belakang kita. Yang saya maksudkan di sini ada atau kehadiran dalam konteks ontologi, dimana kehadiran dalam konteks ada, dan ada interaksi, ada transfer perasaan, pemahan, bertukar pikiran, sharing pendapat, berdebat, sharing suka dan duka yang saya sebut sebagai kontribusi atau mutualisme. Itu yang saya lihat dan bisa rasakan dari perform 4th impact. Saya merasakan ada power di sana dan impact yang bisa saya rasakan walaupun hanya menonton lewat layar handphone.

Saat sesuatu yang kita lakukan karena kita mencintai hal itu saya yakin bahwa yang akan merasakan dampaknya bukan cuma kita tapi orang lain yang ada di sekeliling kita. Saya ingin belajar untuk tidak menjadikan orang lain, orang di luar diri saya menjadi motivasi saya melakukan sesuatu. Karena jika mereka tidak bisa sesuai dengan apa yang saya harapkan maka itu sangat mengecewakan dan berdampak pada apa yang kita perjuangkan. Hingga kita merasakan demotivasi.
Memang peran orang lain penting bagi kita tapi apakah itu akan membuat kita bertahan saat mereka benar benar tidak bisa diharapkan???

Efek tidur sore saya ini benar-benar memberikan perasaan kesepian. Perang perasaan dan logika saya. Antara kehadiran/ada secara ontologi dan berusaha untuk tidak menjadikan sosok lain sebagai suntikan energy bagi saya.

Entahlah, apa pendapat kalian para pembaca?

Mita,
Depok, 21 Mei 2017

Ini salah satu foto perform "4th Impact" saat mereka menyanyikan lagu I'll be there
(Sumber : Google Image)
 Sumber: Youtube
Audisi 4th Power di X-factor UK 2015


Sumber : Youtube
terihat perubahannya (oh how i love them :* <3)

Sumber : Youtube
Mulai Menit ke 0:50


Sumber : Yotube
Mereka keren (love)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku 2 : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat - Mark Manson

Ba

Review Buku 1: The Best Of Me