Kesal🙀
Sebelum membuat posting ini, saya membuka postingan-postingan lama saya dan mengedit beberapa konten yang memalukan(menurut saya) dan tidak pantas untuk dipublish. Selain itu saya mulai memperbaiki tampilan account(blogger) saya ini, menjadi tampilan yang sekarang(ada nilai estetika dan terlihat lebih dinamis 😸). Saat mengedit postingan lama saya juga membaca beberapa hal yang sebenarnya agak membantah pemikiran saya tentang hal yang ingin saya tulis sekarang.
Sebenarnya saya mulai stres karena pertama, dengan kondisi dimana teman-teman yang seumuran dengan saya sudah menyelesaikan pendidikan S2 dan saya masih sedang menjalani S1. Kedua, teman-teman yang memulai kuliah bersamaan dengan saya pada tahun 2015(kampus berbeda) telah menyelesaikan akademiknya alias sudah lulus dan wisuda. Ketiga, saya benar-benar stres dengan keadaan ini. Oke, saya terus memberikan pemahaman positif bagi diri saya sendiri, apalagi setelah membaca postingan-postingan saya terdahulu bahwa segala sesuatu ada waktunya, setiap orang dengan porsinya sendiri-sendiri. Tapi, yah namanya juga perempuan mandiri selalu menguatkan diri sendiri tapi stres juga.
Saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak peduli dengan apa yang orang pikirkan tentang saya, yang orang katakan tentang pendidikan yang saya jalani sekarang. Namun, saya perlu sedikit berkeluh kesah di sini bahwa saya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri yang lumayan sombong untuk membuat peraturannya sendiri. Dimana yang orang awam tahu bahwa mahasiswa ekstensi(sekolah melanjutkan jenjang pendidikan D3 ke S1) masa pendidikannya 2(dua) tahun, namun berbeda dengan peraturan kampus saya sekarang. Kampus ini mengeluarkan peraturan bagi mahasiswa ekstensi untuk menyelesaikan pendidikan selama 4(empat) tahun dengan maksimal sks 18 sks(sebelum ada peraturan baru)[Sudah termasuk konversi mata kuliah D3, dan untuk sks tergantung tim advokasi dan mahasiswa jika berjuang sampai tidak tahu malu, maka bisa dilebihkan jumlah sks]
Bayangkan saja dengan persentase mahasiswa ekstensi yang tidak lagi seperti zaman dulu dimana mahasiswanya pegawai-pegawai yang disekolahkan kantor, tapi sekarang mahasiswanya banyak fresh graduate dari D3 langsung melanjutkan ke jenjang S1 ekstensi. Kebayangkan??? Yang dibiayai orangtua, atau yang sedang "merayap pake dada". Saya merasa tidak fair dengan waktu yang sangat lama sekalipun angkatan kami memang berusaha lulus 3(tiga) tahun. Tapi tetap saja masa S1 6 tahun? Yang benar saja.
Itulah kenapa stres memang melihat teman-teman lulus padahal tahun yang sama dengan saya saat melanjutkan pendidikan. Tapi ini takdir yang saya pilih sendiri. Toh tinggal setahun lagi perjuangan saya di sini. Amin
Yah ini memang bentuk tulisan kekesalah saya tapi saya sangat menikmati proses di sini. Saya menikmati setiap perjuangan di kampus perjuangan ini. Dan saya bersyukur😊
{TAHUN DEPAN LULUS. AMIN🙏}
Depok, 13 Mei 2017
Paramita Henry
Komentar