Against Overthinking

Hari ini saya putuskan untuk menulis isi pikiran saat membaca buku dalam blog ini. Kenapa? Saya  termasuk orang yang overthinking. Menulis jadi salah satu media penyampaian isi pikiran dan itu terasa seperti menceritakan kepada orang yang tepat.

Beberapa hari ini lumayan random, berpikir lagi tahun 2018 menjadi tahun yang produktif. Ikut berpartisipasi dalam perhelatan besar Asian Games dan Asian Para Games. Iya waktu itu saya menjadi volunteer. 2019 datang dengan kelulusan dan mendapatkan pekerjaan.

2020 diawali dengan banjir di malam tahun baru, kehilangan seorang yang berharga dan penting dalam hidup (Rest in Peace Papa 🕯️✝️💐), sometimes i thought that 2020 is sucks. But, yeah i can blaming nothing. Bumi juga butuh waktu untuk healing.

Yang bisa dilakukan sekarang hanya mikir bagaimana caranya tetap produktif dalam kondisi karantina. Well, saya kalau baca buku itu lama. Apapun saya bawa mikir. Seperti merefleksi diri dari apa yang dibaca. Intinya terkadang dalam buku menceritakan suatu kondisi, otak saya mulai berpikir dan hati juga. Terjadi kontroversi di sana. Ibarat dua sisi mata uang yang 1 tidak berarti tanpa 1nya. Dua duanya harus ada dan sama pentingnya. Bagaimana membuat itu balance.

Nah, daripada saya mikir sendiri. Next saya akan cerita buku-buku yang sudah dan sedang saya baca. Siapa tahu bisa membuka ruang diskusi bagi siapapun yang mampir dan membaca juga memiliki pandangan yang berbeda.

Okay, sampai ketemu di tulisan selanjutnya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku 2 : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat - Mark Manson

Ba

Review Buku 1: The Best Of Me